A. Adaptasi tingkah laku karena pengaruh faktor abiotik
Tingkah laku pada tumbuhan meliputi gerakan beberapa bagian atau keseluruhan bagian yang dapat berupa bentuk rangsangan dari luar seperti zat kimia tertentu, air, suhu, gravitasi, cahaya, dan lain-lain. Reaksi pada tumbuhan akibat intensitas cahaya matahari (lama penyinaran) yang diterima dikenal dengan istilah fotoperiodisme. Reaksi ini memicu reaksi fisiologis yang kemudian mempengaruhi tingkah laku tumbuhan seperti pembungaan, pertumbuhan, dan sebagainya. Perilaku tersebut sebagai bentuk adaptasi tingkah laku. Berikut adalah beberapa contohnya:
- Bunga matahari (Helianthus annuus) yang mengikuti pergerakan matahari

Bunga matahari (sumber:maxpixel.freegreatpicture.com)
Tumbuhan ini akan selalu menghadap matahari khususnya pada bagian bunga yang terlihat jelas, gerakan ini dikenal dengan gerak fototropisme atau heliotropi. Mengikuti pergerakan matahari bukan tanpa sebab, selain mendapatkan keuntungan untuk memanfaatkan cahaya matahari dalam proses fotosintesis, juga merangsang pembungaan sehingga saat menghadap ke barat matahari bunga dari tumbuhan ini akan terlihat menarik bagi serangga dan membantu proses penyerbukan. Tingkah laku ini menjadi ciri khas dari bunga matahari (Helianthus annuus).
- Pengaruh fotoperiodisme terhadap kerontokan daun pada pohon jati (Tectona grandis)

Pohon jati (sumber: flickr.com)
Tingkah laku jati (Tectona grandis) dalam melewati musim kemarau yaitu dengan menggugurkan semua daun, sehingga mengurangi proses transpirasi yang akan menyebabkan kehilangan banyak air. Daun-daun yang gugur tadi menutupi tanah disekitar habitatnya yang bisa menghambat pertumbuhan tumbuhan lain sebagai pesaing yang bisa meningkatkan persaingan dalam memperoleh nutrisi nantinya. Selain jati (Tectona grandis), tumbuhan lain seperti beberapa jenis pohon di daerah yang mempunyai musim gugur juga mempunyai mekanisme yang sama, dan tanaman jahe juga akan mematikan daunnya untuk mengurangi penguapan.
- Pergerakan tumbuhan menuju cahaya matahari

Arah pertumbuhan yang mengikuti cahaya matahari (sumber:dicionariocriativo.com.br)
Semua tumbuhan bergerak mengikuti arah datangnya cahaya matahari. Kondisi ini sangat jelas terlihat pada kecambah dari biji tumbuhan apapun yang jika ditempatkan ditempat gelap akan tumbuh ke arah datangnya matahari. Dalam skala laboratorium, contoh yang mudah dan sering digunakan biji kacang hijau (Vigna radiata) untuk dilihat pengaruh cahaya dan hormon auksin terhadap pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata).
- Gerak kemotaksis pada tumbuhan lumut dan paku sebagai bentuk adaptasi terhadap sinyal kimia
Dua jenis tumbuhan ini memiliki fertilisasi yang unik. Sakarose (zat kimia pemikat) yang dihasilkan oleh sel telur berfungsi memancing spermatozoid bergerak menuju sel telur. Tingkah laku ini dibantu juga dengan adanya air (membantu pergerakan), oleh karena itu selain sinyal kimia, air berperan penting dalam tingkah laku dari jenis kelompok ini bereproduksi.
- Gerak akar tumbuhan menuju air dan mineral/pupuk
Air dan mineral menjadi unsur penting selain cahaya matahari bagi tumbuhan. Akar menjadi bagian penting dalam proses penyerapan air dan pupuk. Oleh karena itu, akar cenderung bergerak mengikuti sumber air atau mineral/pupuk di dalam tanah. Adaptasi/penyesuaian tingkah laku ini sangat umum ditemukan pada semua jenis tumbuhan.

Pergerakan pohon Socratea exorrhiza (sumber:wikipedia)
Selain kedua faktor itu, pergerakan akar juga dipengaruhi oleh struktur tanah. Tumbuhan Socratea exorrhiza sejenis palem-paleman, biasanya dijuluki “walking palm”. Tanaman ini bisa dikatakan dapat berpindah tempat, namun prosesnya tentu saja berlangsung lambat. Akar dari tumbuhan ini berperan penting dalam proses pergerakan. Jika tanah disekitanya mulai terkikis atau hancur, akar pohon Socratea exorrhiza terus tumbuh dan mencari tanah baru yang lebih solid, lalu pohon melengkung mengikuti akar baru tadi seiring dengan akar lama yang perlahan-lahan terangkat dari permukaan tanah.
0 komentar:
Posting Komentar