Kamis, 11 April 2019

Soal

Read More ->>

Sabtu, 06 April 2019

Kesimpulan

Hasil gambar untuk foto perilaku makhluk hidup hd
  1. Manusia adalah mahluk yang memiliki kemampuan untuk bisa mengetahui hal baru dengan cepat sebab adanya proses serta faktor untuk terbentuknya sebuah karakter.
  2. Hewan memiliki tingkah laku bawaan dan tingkah laku terajar.
  3. Tumbuhan memilki bentuk perilaku yang dipengaruhi oleh faktor abiotik dan biotik
Read More ->>

Biografi


BIOGRAFI SINGKAT
 .
Muh Irzal Nur K atau biasa dipanggil Irzal oleh orang-orang disekitarnya memiliki hobi Cipta Puisi dan bermain futsal. Ia lahir di kabupaten Jeneponto pada tanggal 21 Februari 2000 dari pasangan Abd Kadir SH dan Dra Rahmawati S. Irzal memiliki seorang kakak bernama Muh Imran K yang sudah menikah dan kini tinggal bersama Istrinya di Makassar. Ia juga memiliki kakak perempuan bernama Irma Suriani K berusia 21 tahun.
Ia pertama kali masuk sekolah di tahun 2005 – 2011 di SDI Pallangga. Kemudian setelah lulus melanjutkannya ke SMPN 1 Tinggimoncong dari tahun 2011-2014. Dan kemudian melanjutkan sekolah lagi ke SMAN 1 Tinggimoncong. di SMA ini dia mengikuti kegiatan ekstrakulikuler Bengkel Seni dan juga aktif dalam organisasi PMR. Bahkan ia pun sempat menjabat sebagai Koordinator lingkungan Hidup di sekolahnya.
Pemuda berwajah biasa- biasa saja ini adalah anggota tim futsal SMAN 1 Tinggimoncong yaitu tim Raz brother dan pernah sekali kali menjuarai kejuaraan futsal di sekolah . Diantaranya: Juara III Piala Liga SMAN 1 Tinggimoncong 2016.
Dia memiliki cita-cita dalam beberapa tahun yang lalu dapat bergabung dengan Tentara Nasional Indonesia. Namun terkendala oleh kondisi fisik dan biaya. Kini Irzal menjadi mahasisiwa di UNM pada pada jurusan/ program studi pendidikan IPA. 



Read More ->>

Pelestarian Alam

Manusia sebagai ujung tombak perilaku mahluk hidup terhadap lingkungannya

Pelesterian Alam

b
Read More ->>

Pengaruh Faktor biotik

B. Adaptasi tingkah laku karena pengaruh faktor biotik


  1. Gerakan mengatupnya daun-daun putri malu (Mimosa pudica) terhadap rangsangan

Putri malu (sumber:www.publicdomainpictures.net)
Tingkah laku ini bertujuan  agar dapat mengagetkan dan mengusir predator sebelum sempat memakan daun putri malu. Gerakan ini disebut juga sebagai gerak tigmonasti yang terjadi akibat sentuhan.

Itulah tadi, pembahasan beberapa contoh adaptasi tingkah laku pada tumbuhan. Semoga dapat menambah wawasan kita.

  1. Adaptasi tingkah laku tumbuhan insektivora dalam memperoleh nutrisi

Tumbuhan Venus Flytrap (sumber:wikipedia)
Tumbuhan insektivora memperoleh nutrisi dari hewan jenis serangga yang menjadi mangsanya. Enzim pencernaan yang dimiliki tumbuhan ini dapat mengurai protein menjadi zat-zat sederhana seperti nitrogen, fosfor, kalium dan garam-gam mineral. Untuk bisa menangkap serangga, faktor morfologis dan fisiologis membantu menciptakan kemampuan gerakan yang mendukung untuk mengelabui serangga. Gerakan menutup cepat pada bagian seperti sepasang daun menjadi ciri khas dari tumbuhan ini, contohnya pada venus fly trap (Dionaea muscipula). Bentuk tingkah laku tumbuhan venus, membantu memenuhi nutrisinya. Berbeda dengan kantong semar (Nepenthes sp.) yang memanfaatkan kantong yang berbentuk corong atau silender sebagai alat perangkap serangga tanpa aktivitas seperti yang dilakukan venus fly trap (Dionaea muscipula).

Sponsors Link
Read More ->>

Pengaruh Faktor Abiotik





A. Adaptasi tingkah laku karena pengaruh faktor abiotik
Tingkah laku pada tumbuhan meliputi gerakan beberapa bagian atau keseluruhan bagian  yang dapat berupa bentuk rangsangan dari luar seperti zat kimia tertentu, air, suhu, gravitasi, cahaya, dan lain-lain. Reaksi pada tumbuhan akibat intensitas cahaya matahari (lama penyinaran) yang diterima dikenal dengan istilah fotoperiodisme. Reaksi ini memicu reaksi fisiologis yang kemudian mempengaruhi tingkah laku tumbuhan seperti pembungaan, pertumbuhan, dan sebagainya. Perilaku tersebut sebagai bentuk adaptasi tingkah laku. Berikut adalah beberapa contohnya:
  1. Bunga matahari (Helianthus annuus) yang mengikuti pergerakan matahari

Bunga matahari (sumber:maxpixel.freegreatpicture.com)
Tumbuhan ini akan selalu menghadap matahari khususnya pada bagian bunga yang terlihat jelas, gerakan ini dikenal dengan gerak fototropisme atau heliotropi. Mengikuti pergerakan matahari bukan tanpa sebab, selain  mendapatkan keuntungan untuk memanfaatkan cahaya matahari dalam proses fotosintesis, juga merangsang pembungaan sehingga saat menghadap ke barat matahari bunga dari tumbuhan ini akan terlihat menarik bagi serangga dan membantu proses penyerbukan. Tingkah laku ini menjadi ciri khas dari bunga matahari (Helianthus annuus).
  1. Pengaruh fotoperiodisme terhadap kerontokan daun pada pohon jati (Tectona grandis)

Pohon jati (sumber: flickr.com)
Tingkah laku jati (Tectona grandis) dalam melewati musim kemarau yaitu dengan menggugurkan semua daun, sehingga mengurangi proses transpirasi yang akan menyebabkan kehilangan banyak air. Daun-daun yang gugur tadi menutupi tanah disekitar habitatnya yang bisa menghambat pertumbuhan tumbuhan lain sebagai pesaing yang bisa meningkatkan persaingan dalam memperoleh nutrisi nantinya. Selain jati (Tectona grandis), tumbuhan lain seperti beberapa jenis pohon di daerah yang mempunyai musim gugur juga mempunyai mekanisme yang sama, dan tanaman jahe juga akan mematikan daunnya untuk mengurangi penguapan.

  1. Pergerakan tumbuhan menuju cahaya matahari

Arah pertumbuhan yang mengikuti cahaya matahari (sumber:dicionariocriativo.com.br)
Semua tumbuhan bergerak mengikuti arah datangnya cahaya matahari. Kondisi ini sangat jelas terlihat pada kecambah dari biji tumbuhan apapun yang jika ditempatkan ditempat gelap akan tumbuh ke arah  datangnya matahari. Dalam skala laboratorium, contoh yang mudah dan sering digunakan biji kacang hijau (Vigna radiata) untuk dilihat pengaruh cahaya dan hormon auksin terhadap pertumbuhan kacang hijau (Vigna radiata).
  1. Gerak kemotaksis pada tumbuhan lumut dan paku sebagai bentuk adaptasi terhadap sinyal kimia
Dua jenis tumbuhan ini memiliki fertilisasi yang unik. Sakarose (zat kimia pemikat) yang dihasilkan oleh sel telur berfungsi  memancing spermatozoid bergerak menuju sel telur. Tingkah laku ini dibantu juga dengan adanya air (membantu pergerakan), oleh karena itu selain sinyal kimia, air berperan penting dalam tingkah laku dari jenis kelompok ini bereproduksi.
  1. Gerak akar tumbuhan menuju air dan mineral/pupuk
Air dan mineral menjadi unsur penting selain cahaya matahari bagi tumbuhan. Akar menjadi bagian penting dalam proses penyerapan air dan pupuk. Oleh karena itu, akar cenderung bergerak mengikuti sumber air atau mineral/pupuk di dalam tanah. Adaptasi/penyesuaian tingkah laku ini sangat umum ditemukan pada semua jenis tumbuhan.

Pergerakan pohon Socratea exorrhiza (sumber:wikipedia)
Selain kedua faktor itu, pergerakan akar juga dipengaruhi oleh struktur tanah. Tumbuhan Socratea exorrhiza sejenis palem-paleman, biasanya dijuluki “walking palm”. Tanaman ini bisa dikatakan dapat berpindah tempat, namun prosesnya tentu saja  berlangsung lambat. Akar dari tumbuhan ini berperan penting dalam proses pergerakan. Jika tanah disekitanya mulai terkikis atau hancur, akar pohon Socratea exorrhiza terus tumbuh dan mencari tanah baru yang lebih solid, lalu pohon melengkung mengikuti akar baru tadi seiring dengan akar lama yang perlahan-lahan terangkat dari permukaan tanah.
Read More ->>

Adatasi Tingkah laku Tumbuhan

Adaptasi Tingkah Laku Tumbuhan
Gambar terkait
1. Seismonasti/tigmonasti
contoh : tumbuhan putri malu menguncup daunnya jika disentuh sehingga tampak seperti layu dan tidak enak dimakan. – tujuannya untuk mengelabuhi pemangsa yaitu hewan herbivora.
2. Termonasti
Tumbuhan yang gerakannya dipicu oleh perubahan suhu. Perubahan suhu dipicu oleh perubahan intensitas cahaya sehingga disebut fotonasti. – contoh : bunga pukul empat pada siang hari layu saat pagi dan sore mekar.
3. Niktinasti
Gerakan tumbuhan yang dipicu oleh keadaan gelap. Dalam kondisi gelap tekanan turgoro pada tangkai daun menurun sehingga daun menjadi layu. – misalnya tumbuhan polong-polongan (lamtoro/petai cina)
4. Meranggas
Menggugurkan daunnya pada musim kemarau, misalnya: jati, randu
5. Estivasi
Adalah mematikan sementara bagian tubuhnya yang ada di atas permukaan tanah untuk mengurangi penguapan pada musim panas. Misalnya jahe, rumput.
6. Tropisme
– Fototropisme : adalah gerak tumbuhan yang mengikuti arah datangnya cahaya.
– Geotropisme : adalah gerak bagian tumbuhan yang disebabkan oleh adanya rangsangan grafitasi
bumi. Misalnya akar tumbuhan selalu tumbuh ke bawah menuju pusat bumi.
– Hidrotropisme : adalah gerakan akar tumbuhan menuju sumber air.
Read More ->>

Proses Pembentukan Perilaku

Proses Pembentukan Perilaku
 Hasil gambar untuk foto proses pembentukan perilaku manusia laki hd
Perilaku manusia terjadi melalui suatu proses yang berurutan. Penelitian Rogers (1974) mengungkapkan bahwa sebelum orang mengadopsi perilaku baru (berperilaku baru), di dalam diri orang tersebut terjadi proses yang berurutan, yaitu:
  1. Awareness (kesadaran), yaitu orang tersebut menyadari atau mengetahui stimulus (objek) terlebih dahulu.
  2. Interest (tertarik), yaitu orang mulai tertarik kepada stimulus.
  3. Evaluation (menimbang baik dan tidaknya stimulus bagi dirinya). Hal ini berarti sikap responden sudah lebih baik lagi.
  4. Trial, orang telah mulai mencoba perilaku baru
  5. Adoption, subjek telah berperilaku baru sesuai dengan pengetahuan, kesadaran, dan sikapnya terhadap stimulus.
Read More ->>

Faktor Pembentukan Perilaku

Faktor Pembentukan Perilaku
Hasil gambar untuk foto faktor pembentukan perilaku manusia laki hd
Proses pembentukan perilaku dipengaruhi oleh beberapa faktor yang berasal dari dalam diri individu itu sendiri, faktor-faktor tersebut antara lain :
  1. Persepsi, Persepsi adalah sebagai pengalaman yang dihasilkan melalui indera penglihatan, pendengaran, penciuman, dan sebagainya.
  2. Motivasi, Motivasi diartikan sebagai dorongan untuk bertindak untuk mencapai sutau tujuan tertentu, hasil dari pada dorongan dan gerakan ini diwujudkan dalam bentuk perilaku
  3. Emosi, Perilaku juga dapat timbul karena emosi, Aspek psikologis yang mempengaruhi emosi berhubungan erat dengan keadaan jasmani, sedangkan keadaan jasmani merupakan hasil keturunan (bawaan), Manusia dalam mencapai kedewasaan semua aspek yang berhubungan dengan keturunan dan emosi akan berkembang sesuai dengan hukum perkembangan, oleh karena itu perilaku yang timbul karena emosi merupakan perilaku bawaan.
  4. Belajar, Belajar diartikan sebagai suatu pembentukan perilaku dihasilkan dari praktek-praktek dalam lingkungan kehidupan. Barelson (1964) mengatakan bahwa belajar adalah suatu perubahan perilaku yang dihasilkan dari perilaku terdahulu.
Read More ->>

Bentuk Perilaku

Bentuk Perilaku
Hasil gambar untuk foto bentuk perilaku hd
Pada dasarnya bentuk perilaku dapat diamati, melalui sikap dan tindakan, namun demikian tidak berarti bahwa bentuk perilaku itu hanya dapat dilihat dari sikap dan tindakannya saja, perilaku dapat pula bersifat potensial, yakni dalam bentuk pengetahuan, motivasi dan persepsi.
Bloom (1956), membedakannya menjadi 3 macam bentuk perilaku, yakni Coqnitive, Affective dan Psikomotor, Ahli lain menyebut Pengetahuan, Sikap dan Tindakan, Sedangkan Ki Hajar Dewantara, menyebutnya Cipta, Rasa, Karsa atau Peri akal, Peri rasa, Peri tindakan.
Bentuk perilaku dilihat dari sudut pandang respon terhadap stimulus, maka perilaku dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
  1. Perilaku tertutup, Perilaku tertutup adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk terselubung atau tertutup. Respon atau reaksi terhadap stimulus ini masih terbatas pada perhatian, persepsi, pengetahuan/kesadaran, dan sikap yang terjadi belum bisa diamati secara jelas oleh orang lain.
  2. Perilaku terbuka, Perilaku terbuka adalah respon seseorang terhadap stimulus dalam bentuk tindakan nyata atau terbuka. Respon terhadap terhadap stimulus tersebut sudah jelas dalam bentuk tindakan atau praktek (practice).

Read More ->>

Jumat, 05 April 2019

Bentuk Perilaku Hewan

Bentuk Perilaku Hewan
Hasil gambar untuk foto bentuk perilaku hewan hd
Bentuk dari perilaku hewan dapat dibagi menjadi 2 yaitu perilaku hewan yang berasal dari bawaan, yang diwariskan dan perilaku yang terajar (terlatih).
Read More ->>

Perilaku terajar

b.     Perilaku Terajar
Gambar terkait
Perilaku terajar adalah perilaku yang lebih kurang diperoleh atau dimodifikasi secara permanen sebagai akibat pengalaman individu.
Kebiasaan: hampir semua hewan mampu belajar untuk tidak bereaksi terhadap stimulus berulang yang telah dibuktikan tidak merugikan. Fenomena ini dikenal sebagai kebiasaan (habituasi) dan merupakan suatu contoh belajar sejati.
Keterpatrian/Tanggap Tiru Imprinting: Merupakan salah satu contoh belajar yang khusus dan nyata. Contoh: jika seekor anak angsa yang baru menetas dihadapkan pada sebuah benda yang dapat bergerak dan mengeluarkan bunyi yang dapat terdengar, hewan itu akan mengikutinya sebagaimana mereka mengikuti induknya, Waktu penghadapan cukup kritis, karena jika dilakukan beberapa hari setelah menetas, keterpatrian tidak terjadi. Keterpatrian ini dikenal berkat penelitian Konrad Lorenz.
Respon yang Diperlazimkan: merupakan perilaku terajar yang paling sederhana,  pada dasarnya adalah respon sebagai hasil pengalaman, disebabkan oleh suatu stimulus yang berbeda dengan yang semula memicunya. Ivan Pavlov, fisiologiawan Rusia, dalam penelitiannya dengan anjing menemukan bahwa jika anjing diberi makanan pada mulutnya, ia akan mengeluarkan air liur yang mungkin merupakan refleks bawaan yang melibatkan kuncup rasa, neuron sensori, jaring-jaring neuron di otak, dan neuron motor yang menuju kelenjar ludah. Pavlov kemudian menemukan jika pada saat meletakkan makanan di mulut anjing ia membunyikan bel, anjing selanjutnya akan berliur setiap kali anjing tersebut mendengar bel. Hal ini merupakan respon yang diperlazimkan. Anjing telah belajar bereaksi terhadap stimulus pengganti, yaitu stimulus yang diperlazimkan.
Pelaziman Instrumental:  Prinsip pelaziman dapat dipakai untuk melatih hewan melakukan tugas yang bukan pembawaan lahir. Dalam hal ini, hewan ditempatkan pada suatu keadaan sehingga dapat bergerak bebas dan melakukan sejumlah kegiatan perilaku yang berlain-lainan. Peneliti dapat memilih untuk memberi imbalan hanya pada perilaku tertentu. Latihan ini dikenal sebagai pelaziman instrumental atau pelaziman operan (istilah kedua diberikan oleh psikolog B.F. Skinner yang terkenal karena dapat melatih merpati untuk bermain pingpong dan bermain piano mainan).
Motivasi: Diantara kebanyakan hewan, motivasi (terkadang disebut juga dorongan) dihubungkan dengan kebutuhan fisiknya. Seekor hewan yang haus akan mencari air dan yang merasa lapar akan mencari makanan. Kepuasan terhadap dorongan merupakan kekuatan motivasi dibalik perilaku hewan tersebut. Sebagian besar perilaku spontan hewan-hewan ini merupakan akibat usaha memelihara homeostasis. Banyak diantara dorongan ini bersumber dalam hipotalamus. Dalam semua kasus, hipotalamus mengawali respon yang berakibat penurunan dorongan tersebut, dan dapat pula menghambat beberapa di antara respon tadi bila titik kepuasan tercapai.
Pada manusia, sebagian besar perilaku terhadap keinginan memuaskan kebutuhan fisik, tidak selalu dapat diterangkan seperti keterangan di atas. Banyak kegiatan yang dilakukan kendatipun tidak ada imbalan atau hukuman luar yang didapatkan. Melakukan proses (kegiatan) itu sendiri sudah merupakan imbalan. Simpanse dan manusia juga kadang mau bekerja untuk tujuan yang belum tampak.
Konsep: Kebanyakan hewan memecahkan masalah dengan mencoba-coba. Selama ada motivasi yang memadai hewan akan mencoba setiap alternatif dan secara bertahap, melalui kegagalan dan keberhasilan yang berulang, belajar memecahkan masalahnya. Manusia umumnya tidak sekedar belajar dengan cara mencoba-coba. Bila dihadapkan pada suatu masalah, manusia mungkin melakukan satu atau dua usaha sembarang sebelum “berhasil” memecahkannya. Respon ini disebut wawasan.
Wawasan mencakup menanamkan hal-hal yang telah dikenal dengan cara-cara baru. Jadi merupakan tindakan kreatif sejati. Wawasan juga bergantung pada perkembangan konsep atau prinsip.
Pemecahan masalah dengan menggunakan konsep melibatkan suatu bentuk penalaran. Ada dua proses pemikiran berlainan namun berkaitan yang terlibat, yaitu penalaran induktif dan penalaran deduktif. Penalaran induktif berarti mempelajari prinsip umum dari pengalaman dengan situasi khusus dan jelas. Penalaran deduktif, menerapkan prinsip umum pada situasi khusus yang baru.
Bahasa: Semua manusia, bahkan dalam masyarakat yang paling primitif pun, memiliki bahasa yang sangat maju. Hal ini merupakan abstraksi yang kedua (konsep merupakan abstraksi juga).
Memori: Belajar bergantung kepada memori (ingatan). Jika organisme bermaksud memodifikasi perilakunya dari pengalaman, maka ia harus mampu mengingat-ingat apa pengalamannya itu. Sekali sesuatu dipelajari, maka memori diperlukan agar yang dipelajarinya itu tetap ada. Ada dua teori dasar tentang memori. Yang pertama menyatakan bahwa memori merupakan proses dinamik. Menurut teori ini, sensasi menimbulkan impuls saraf, yang kemudian beredar untuk jangka waktu tak terbatas melalui jaring-jaring neuron dalam sistem saraf pusat. Hal ini memungkinkan karena jaring-jaring interneuron yang amat luas dalam serebrum manusia. Teori dinamik ini ditunjang oleh fakta yang menakjubkan bahwa belum pernah ditemukan daerah khusus dalam otak manusia untuk penyimpanan memori yang lama.  Teori yang kedua mengatakan bahwa setiap sensasi yang diingat kembali mengakibatkan sedikit perubahan fisik yang permanen di dalam otak. Beberapa biologiwan mengemukakan bahwa memori mungkin disimpan dalam kode kimiawi di dalam otak. Beberapa memperhatikan RNA, beberapa memperhatikan protein, sebagai substansi yang menyandikan memori. Masih terlalu dini untuk menyatakan apa sifat memori itu. Bisa jadi proses dinamik maupun perubahan fisika-kimia terlibat didalamnya.
Perolehan memori terjadi paling sedikit dalam dua langkah yang berbeda. Pada manusia, kerusakan pada lobus temporal dapat mengakibatkan hilangnya kemampuan mengingat pengetahuan baru selama kira-kira satu jam lebih. Kerusakan seperti itu tidak berpengaruh pada memori yang diperoleh dalam tahun-tahun sebelum kerusakan terjadi. Penderita sakit jiwa yang menjalani pengobatan kejutan listrik tidak mengingat-ingat kejadian yang berlangsung sejenak sebelum perlakuan tersebut, tetapi memori tentang peristiwa sebelumnya tidak terhalang.
Arti Penting Perilaku Adaptif: Berbagai macam perilaku bergantung pada mesin perilaku: reseptor indera, sirkit dalam sistem saraf, dan organisasi otot.
Hewan dihadapkan pada empat bentuk perintah yang menopang hidupnya, yaitu: (a) makan, (b) mencegah jangan sampai dimakan, (c) mampu bertahan hidup dalam kondisi fisik lingkungannya, dan (d) meneruskan gen-gennya kepada generasi berikutnya.
1)  Perilaku Makan: Hewan beragam dalam keluasan cita rasanya. Dari yang sangat khusus hingga ke pemakan umum yang dapat memilih di antara sekumpulan spesies yang dapat dimakan. Tujuan makanan ialah energi, tetapi energi diperlukan untuk mencari makanan. Jadi hewan berperilaku sedemikian rupa untuk memaksimumkan perbandingan kerugian/keuntungan dari pencarian makanan itu. Kerugian energi dari mencari makanan diusahakan seminimum mungkin melalui perkembangan “citra mencari” untuk macam makanan yang, untuk sementara, menghasilkan keuntungan yang besar.  Untuk beberapa species, citra mencari itu mungkin bukan perwujudan makannya saja, melainkan tempatnya yang khusus. Banyak pula hewan yang menggunakan energinya untuk membangun perangkap, daya tarik dan sejenisnya untuk menarik mangsanya agar berada dalam jangkauannya. Sebagian besar kehidupan hewan sosial berkisar pada makan bersama.
2) Perilaku Mempertahankan diri: Perilaku berkisar dari melarikan diri dari pemangsa potensial sampai dengan menggunakan senjata bertahan dan penggunaan kamuflase dan mimikri (meniru).
3) Bertahan Hidup dalam Lingkungan Fisik: Kebanyakan hewan hanya dapat bertahan hidup dalam kisaran suhu, salinitas, kelembaban tertentu, dan sebagainya. Kisaran ini relatif luas bagi hewan, seperti mamalia dan burung, yang banyak mempunyai mekanisme yang efisien untuk mempertahankan kendali homeostatis terhadap lingkungannya.

Read More ->>

Perilaku bawaan

a.     Perilaku Bawaan (Yang Diwariskan)
Gambar terkait
Warisan memegang peranan yang penting dalam perilaku hewan. Dalam hal meminang, perilaku hewan memastikan dahulu, jika termasuk anggota spesies sama, bukan dari anggota yang lain, sehingga dapat dijadikan pasangan. Misalnya, tingkah laku kunag-kunang saat berpasangan walauu enunjukkan spesiea yang sama, juga mempunyai perilaku berbeda dalam menemukan bahwa kunang-kunang betina mempunyai pasangannya tersendiri. Hal ini dapat dilihat dari pola cahaya dar kunang-kunang yang menyala berbeda pada waktu senja. Kunang-kunang betina dari satu spesies akan menanggapi hanya pada pejantan tertentu dengan memerlihatkan pola nyala lampu spesies tertentu.
Beberapa kebiasaan meminang membantu mencegah betina membunuh pejantan sebelum mereka memiliki kesempatan untuk berpasangan. Contohnya,pada beberapa laba-laba pejantannya lebih kecil daripada  betina dan beresiko untuk dimakan jika pejantan mendekati betina.sebelum berpasangan pejantan dan beberapa spesies menunjukkan beberapa tanda-tanda. Seperti serangga membungkus diri dalam jarring-jaring yang sempurna.sementara betina yang tidak terbungkus dan memakan serangga. Pejantan mampu berpasangan dengannya memerlukan penyerangan. Setelah berpasangan, pejantan akan dimakan oleh betina.
Perilaku hewan bawaan meliputi taksis dan refleks. Taksis: Bereaksi terhadap stimulus dengan bergerak secara otomatis langsung mendekati atau menjauh dari atau pada sudut tertentu terhadapnya. Macam-macam taksis: kemotaksis, fototaksis, magnetotaksis.
Refleks: Respon bawaan paling sederhana yang dijumpai pada hewan yang mempunyai system saraf. Refleks adalah respon otomatis dari sebagian tubuh terhadap suatu stimulus. Respon terbawa sejak lahir, artinya sifatnya ditentukan oleh pola reseptor, saraf, dan efektor yang diwariskan. Contoh: refleks rentangan
Mesin refleks rentang memberikan mekanisme pengendalian yang teratur dengan baik, yang:
1. Mengarahkan kontraksi refleks otot
2. Menghambat kontraksi otot-otot antagonis
3. Terus-menerus memonitor keberhasilan yang dengannya perintah-perintah dari otak diteruskan, dan dengan cepat dan secara otomatis membuat setiap penyesuaian sebagai pengganti yang perlu.
Naluri: Pola perilaku kompleks yang, sebagaimana refleks, merupakan bawaan, agak tidak fleksibel, dan mempunyai nilai bagi hewan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Naluri lebih rumit dibandingkan dengan refleks dan dapat melibatkan serangkai aksi.
Pelepas Perilaku Naluriah: sekali tubuh siap di bagian dalam untuk tipe perilaku naluriah tertentu, maka diperlukan stimulus luar untuk mengawali respon. Isyarat yang memicu aksi naluriah disebut pelepas (release). Begitu respon tertentu dilepaskan, biasanya langsung selesai walaupun stimulus efektif segera ditiadakan. Isyarat kimia, yaitu feromon, berfungsi sebagai pelepas penting pada serangga sosial.
Perilaku Ritme dan Jam Biologis: perilaku berulang-ulang pada interval tertentu yang dinyatakan sebagai ritme atau periode. Daur perilaku ritme dapat selama dua jam atau setahun.
Read More ->>
Diberdayakan oleh Blogger.

Featured post

Soal

Memuat...

Latest News

Cari Blog Ini

Latest News

muhirzalnurk.blogspot.com

fisika

Video of The Day

Follow us on facebook

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Contact us

Featured Posts

Featured Posts

Pages

Menu

Featured Posts

Pages - Menu

Follow us on facebook

Pages - Menu

Popular Posts